Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 Desember 2009

DEAR GOD

SOME SEARCH,NEVER FINDING A WAY

Asaku telah pergi tinggalkan ku dalam perih,sakit yang ku alami seakan merobek hati.hatiku telah layu tak kau sirami jiwa ku.peluhku peluh luka tak kau lihat di hidupku.mengapa terus kau sakiti aku yang sudah letih? Dalam kesendirian,aku masih disini berharap untuk kau sekedar sadar akan menganggap ku ada. Ya.. hanya untuk menganggap ku ada,tidak lebih memang takkan bisa lebih.untuk itu segala upaya telah ku lakukan semampu ku agar kau memahaminya,namun ternyata itu sia-sia dan membiaskan perih yang begitu hebat.akhirnya ku menyadari bahwa kau tak mempunyai hati tuk menyadari itu.sampai hati sampai begini kau tak peduli,dan tak pernah peduli.

Tersadar di dalam sepi ku mengiris mimpi yang tak pernah membayang,malam melangkah dan berlari menuju peraduan,bintang menyembunyikan pijarnya di tengah kebenderangan matahari,menyeluruh angkuh tanpa mengakui cita atas semua harapan,seolah takut untuk diketahui angin,entah akan ditiupkan kemana jika dia mengetahuinya.suara hati menerjemahkan setiap persembunyian yang terpatri dalam tindakan cita,namun suara hati itu bisu,ia tau tapi tak mampu menyuarakannya kepada apapun yang di rabanya,sehingga makin mantaplah cita tertutup bahkan terkubur dalam keterbukaan siang menyambut fatamorgana.kebanyakan dari yang di perlihatkan cita adalah kebeningan yang menghanyutkan semua asa yang ada,terkecuali asa amor yang mengandung imbuhan me- tanpa di-.itu membuat cita kehilangan keseimbangan dalam berdiri apalagi berlari mungkin cinta takkan sanggup.arus kebeningan cukup kuat,tapi mengapa ia tak mampu menyeret habis perasaan yang menyiksa itu?malahan semakin menyiksa dan menyengsara dengan adanya dukungan sepi yang mewakili fatamorgana malam.cita mencoba menganggap fatamorgana itu sebagai rembesan cahaya yang menerangi kesendiriannya,namun percuma,toh kenyataannya malam memang tanpa cahaya,keberadaan fatamorgana hanyalah sebuah fatamorgana,bintangpun bertandang ke luar dari garis equator cita,cita merasakan itu karena hal yang paling potensial dalam diri cita adalah merasakan hal yang berupa fatamorgana,itulah salah satu dari sedikit kelebihan cita namun salah satu dari banyak kekurangan cita..

Cita sadar itu,untuk itu cita selalu belajar untuk memahami cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar